Essay "Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia"

 Bismillah

Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh....

Nama saya A. Kurnia Ahmad, saya lahir dan tinggal di Sinjai, salah satu kabupaten/kota yang bersih dan nyaman. Saya telah mengenyam wajib belajar selama 12 tahun di tempat kelahiran saya. Dan yang patut saya syukuri karena mempunyai  orang tua yang mengerti akan pentingnya pendidikan, menjadi salah satu yang dapat merasakan pendidikan di SDN 141 Pakka, dari sini saya mulai mengikuti berbagai perlombaan cerdas cermat. Lulus dari SD, saya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di SMPN 3 Sinjai, dan pernah mengikuti olimpiade fisika tingkat kabupaten. Di terima di SMAN 5 Sinjai adalah sesuatu yang patut di syukuri oleh saya, karena sekolah tersebut merupakan sekolah favorit di lingkungan kelahiran saya. Banyak sekali pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat selama berada di sana, seperti terlibat dalam organisasi keislaman (Rohis) dan mengikuti berbagai kajian dan seminar di sekolah.

Pasca lulus SMA, Saya bertekad untuk melanjutkan Studi ke jenjang yang lebih tinggi dan mengikuti berbagai jalur masuk perguruan tinggi seperti  SNMPTN, SPAN-PTKIN, dan bahkan saya juga mendaftar di perguruan tinggi kedinasan STIS, Qodarullah tidak ada satupun yang menyatakan saya di terima, saat itu saya sempat merasa putus asa. Namun hal tersebut tidak menghalangi semangat saya untuk terus mencapai cita-cita saya, dan orang tua saya selalu memberikan motivasi kepada saya untuk terus berusaha dan bangkit karena rezeki sudah di tentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Saat itu saya mencoba meminta izin kepada orang tua untuk mendaftar di perguruan tinggi swasta tapi mereka tidak mampu membiayai karena tingginya biaya jika saya melanjutkan studi di perguruan tinggi swasta, dan sayapun mengerti akan hal tersebut. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk menganggur selama satu tahun. Selama itu saya selalu tanamkan dalam diri saya bahwa ada yang terbaik yang Allah siapkan buat saya, selama kita terus berusaha, bersabar, dan berdoa Insyaa Allah ada jalan yang terbaik. 

Hingga akhirnya waktu berlalu, saya mencoba kembali untuk mendaftar di perguruan tinggi negeri dengan jalur SBMPTN dan UM-PTKIN, sebenarnya rasa khawatir menerima penolakan sempat menghantui, namun itu tidak menyurutkan semangat saya untuk berjuang kembali, karena harapan besar saya yaitu dapat sukses karena sukses adalah bangkit dari keterburukan dan sukses bukanlah final, kegagalan tak terlalu fatal, keberanian untuk melanjutkannya yang lebih penting. Dan benar saja, saya di terima di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dengan program studi Pendidikan Agama Islam dan saya sangat bersyukur akan hal tersebut. 

Di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar banyak hal yang saya temui dan dari sinilah bermula saya bisa kembangkan potensi-potensi saya, semua saya tuangkan melalui akademik, melalui kegiatan-kegiatan kampus di fakultas saya. Saya menyakini potensi dalam diri saya dan mampu memberikan motivasi kepada orang lain. Harapan besar saya yaitu dapat sukses dan terus semangat menuntut ilmu dan mengajarkanya kepada orang lain serta menjadi panutan bagi orang lain dan diri saya sendiri.

Kuliah bagi saya bukan hanya untuk mendapatkan gelar dan memudahkan dalam mencari pekerjaan. Lebih jauh dan lebih utama dari itu, kuliah bagi saya adalah jalan menuntut ilmu yang merupakan Sunnatullah bagi seorang musllim. Seperti apa yang telah disabdakan oleh sosok panutan umat manusia yakni Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam, bahwasannya “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu” (HR, Tirmidzi). 

Dari hadits tersebut menyakinkan saya, jika seseorang sudah memiliki ilmu tak perlu risau akan kehidupan di akhirat, tak perlu risau pula akan kehidupan dunia, apalagi hanya sekedar mendapatkan pekerjaan. Di negeri ini, orang yang cerdas bisa dikatakan banyak, tapi yang cerdas dan peduli terhadap bangsa dan masyarakat tidak demikian. Padahal Rasulullah mengatakan bahwa, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Ath-Thabrani, Al-M’jam  al –Ausath). Dari hadits ini saya menaruh harapan kepada diri saya pribadi, bahwasanya kelak suatu saat saya harus memberikan manfaat kepada orang lain dari penerapan ilmu yang akan saya pelajari. Saya berharap dengan saya memilih program studi Pendidikan Agama Islam saya dapat membawa masyarakat kearah yang lebih baik dan memberikan kontribusi walaupun sekecil apapun itu untuk melaksanakan tugas saya sebagai generasi yang membawa perubahan untuk bangsa Indonesia agar lebih baik dari sebelumnya.

Saya merasa nyaman di dunia pendidikan keguruan, saya juga memiliki alasan lain mengapa memutuskan untuk memilih program studi Pendidikan Agama Islam. Pendidikan merupakan salah satu tolak ukur kemajuan suatu peradaban Negara karena pendidikan dapat memberi pondasi ilmu dan kepribadian anak yang nantinya akan berguna untuk ke jenjang pendidikan selanjutnya utamanya dalam pendidikan islam mengantarkan manusia pada perilaku dan perbuatan manusia berpedoman pada Syari’at Allah. Olehnya itu, pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan hidup dan kehidupan umat manusia, baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Melalui pendidikan islam, masyarakat akan memiliki otoritas dalam pelaksanaan Syari’at dan akidah Islam dengan tetap berpedoman pada konsepsi saling berpesan dalam kebenaran, saling menasehati, dan saling melarang dalam kemungkaran. 

    Generasi unggul adalah generasi yang tak hanya mementingkan dirinya sendiri melainkan pula memiliki awareness kepada orang lain. Kegiatan social saya pertama kali saya peroleh saat saya menempuh pendidikan sarjana, dan itu adalah salah satu tugas salah satu mata kuliah seperti mengunjungi anak jalanan, dari mengikuti kegiatan tersebut, saya menyadari bahwa sebenarnya selama kegiatan tersebut saya tidak sedang  meluangkan waktu bagi orang lain, melainkan kepada diri saya sendiri. Karena saya belajar banyak dari kegiatan itu, kepribadiaan saya menjadi lebih dewasa dan memahami makna kehidupan dari banyak orang yang telah saya temui. Saat melihat keadaan anak jalanan terlintas di benak saya bagaimana dengan pendidikan mereka? Apakah mereka mendapatkan pendidikan? Betapa banyak anak diluar sana yang masih tidak mendapatkan pendidikan karena alasan ekonomi dan dari sini juga yang menyebabkan banyaknya pengangguran karena sulitnya lapangan pekerjaan apalagi yang sama sekali tidak memiliki pendidikan.

Sebagai mahasiswa saya menyadari kompleksnya permasalahan bangsa ini. Kemiskinan dan pengangguran adalah dua masalah utama yang sebaiknya disokong penyelesaianya oleh berbagai kalangan terutama kaum intelektual. Dan memahami sulitnya lapangan pekerjaan saya berniat untuk kelak berwirausaha agar membantu menyerap tenaga kerja. Dan saya juga  berharap kelak saya akan membangun sekolah yang tidak lepas dari nilai-nilai agama serta dapat memotivasi anak Indonesia untuk mengejar pendidikan yang setinggi-tingginya . Karena generasi unggul adalah yang peduli akan sesama dan membantu sebisa kita agar anak-anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi juga mendapatkan pendidikan sebagaimana anak-anak yang lain. Perlu kita ingat bahwa satu langkah kecil merupakan awal dari perubahan yang besar.

Mengapa saya kebanggaan bangsa? Karena saya berupaya memberikan contoh yang positif kepada sekitar, betapa pentingnya pendidikan terutama pendidikan islam yang bisa merubah perilaku seseorang menjadi lebih baik. Berpendidikan tinggi mencambuk saya untuk menjadi warga Negara yang budiman dan taat peraturan. Dengan saya berpendidikan tinggi, minimal mendorong adik dan saudara saya untuk bisa seperti saya dan memotivasi teman-teman di kampung saya bahwa betapa pentingnya pendidikan. Maka apabila semakin banyak masyarakat Indonesia yang memahami pentingnya pendidikan, maka akan semakin banyak pula problematika negeri yang terselesaikan.

Rasanya terlalu berat jika saya mengatakan “Aku adalah generasi unggul kebanggaan bangsa Indonesia” tapi kalimat tersebut mengandung motivasi yang luar biasa bagi saya untuk bagaimana saya harus berkontribusi bagi bangsa ini. Tentunya dengan kapasitas yang saya miliki, dengan cara yang baik yang tetap berpedoman dengan al-Quran dan as-Sunnah.

Komentar